Tampilkan postingan dengan label Sekolah Berbudaya Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Berbudaya Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

SBL SMKN 3 vs MADING SMKN 3


Behold... What is this???.. Mengapa mading smkn 3 seperti ini tidak sesuai dengan lingkungan sekolah yang berbudaya lingkungan dan sudah tertata rapi tapi mading begitu tidak terurusnya seakan-akan seperti rumah yang tak berpenghuni. Akankah mading sekolah ini akan tetap seperti itu tak akan ada perubahan sedikitpun dari pihak ekskulnya.. terhadap coordinator ekskul mading yang saat ini dipegang oleh saudara Dadang Hermawan tolong anda aktifkan kembali mading sekolah jangan kau biarkan mading ini terbengkalai hanya karena sesuatu hal.. aktifkan kembali semua personil mading yang sudah dibentuk dan fokuskan lagi tema – tema yang akan diinfokan kepada semua warga kampus smk negeri 3 kuningan. andai anda tahu betapa peserta didik smk negeri 3 kuningan haus akan informasi khususnya informasi tentang Lowongan Pekerjaan yang membuat kita semangat dalam menggapai keberhasilan...
Saya juga dengar – dengar dari Program Keahlian Teknik Multimedia akan mengisi mading sekolah dengan designer – designer siswa yang ok.. tpi sya lihat belum tempak di mading sekolah sebagaimana dapat dilihat mading sekolah masih sangat bahkan lebih dari sangat kosong.. bahkan namanyapun tidak lengkap seharusnya KUNINGAN mengapa jadi KUNI????
Bisa anda lihat secara seksama disana tertera judul mading tentang Info Lingkungan Hidup,, tapi mengapa para siswa khususnya mading mengisi bagian itu dengan pengumuman futsal??? apa tidak salah ini??? seharusnya kan informasi itu seputar lingkungan hidup tapi mengapa jadi seputar berita olah raga...tidak hanya itu banyak sekali perbedaan antara mading sekolah dengan lingkungan sekolah,,, lingkungan sudah nyaman dan ruang teori jauh dari kebisingan tapi yang disayangkan adalah informasi untuk kemajuan intelektual para peserta didik sangat kurang, apalagi saat ini sedang PPDB..

Lihatlah lingkungan Kampus SMKN 3 begitu nyaman sehingga membuat orang tua peserta didikpun tidak merasakan ketidaknyamanan saat menunggu putra/putrinya dibagi kelas dan bahan untuk pakaian seragam Pakaian Khusus dan PSAS.. tidak hanya itu lingkungan yang nyamanpun membuat siswa yang sedang berada di sekolah walaupun hari liburmerasa nyaman... kebersihan dan kenyamanan lingkungan smkn 3 ini tidak lepas dari pengawasan koordinator SBL yakni pak H. Saepuloh, S.Pd yang begitu rajin dalam melakukan kebersihan agar tercipta kenyamanan saat masuk ke wilayah kampus.

Kebersihan di SMKN 3 dilakukan oleh warga SMKN 3 Kuningan yang mempunyai tugas untuk melakukan kebersihan,, juga dibantu oleh personil BIL (Bedenks Indah Permai) yakni para siswa yang tinggal di sekolah... selain kebersihan Masjid kebersihan lingkungannyapun sangat diperhatikan karena lingkungan yang bersih akan membuat kita yaman daklam melakukan aktifitas dan kegiatan ibadah sehari - hari..




mading utama yang tidak terorganisir keberadaannya.... masa namanya kuni???
4 kotak sama sekali tak ada isinya...
mading yang berada di masjid lebih terkondisikan...

tak ada tema yang kosong...
orang tua peserta didik tengah menunggu putranya pembagian kelas.
alumni lulusan 2010 yang telah bekerja di PT YUTAKA
Semoga dengan adanya saran dan bukti - bukti ini semua pihak yang terlibat bisa kembali menghidupkan kembali mading SMKN 3 Kuningan agar seimbang dengan suasana lingkungan yang nyaman dan sejuk....

Definisi Sekolah Berbudaya Lingkungan



PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP
SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN ( SBL ) PADA SEKOLAH MENENGAH  KEJURUAN
 International :
GREEN SCHOOL  / Sekolah Hijau

  Indonesia :    (SBL)
“SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN”

Program BPLHD (Badan pengendalian Dampak Lingkungan) Prop. Jabar :
“ECO CITY”

Program Propinsi Jawa Barat
“ADIWIYATA”

Green School/SBL
-  Program penataan lingkungan sekolah
-  Penghijauan
-  kebersihan sekolah & lingkungan
-  kesehatan lingkungan sekolah
-  keselamatan kerja
-  Greening the curriculum : pengintegrasian  
    materi LH ke dalam materi kejuruan
-  Pengelolaan & Pengolahan sampah/limbah
-  Pemberdayaan/pemanfaatan (daur ulang
    limbah)
-  kemitraan antar sekolah dan lingkungan
    sekitarnya

Lomba SBL Tingkat Jawa Barat
•          Mulai tahun  2004 kerjasama antara unit PLH dan BPLHD (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah) Propinsi Jawa Barat, LPMP, Dinas Pendidikan Propinsi Jabar dan Dinas/Badan Lingkungan Hidup Daerah
•          Menyelenggarakan lomba SBL se Propinsi Jawa Barat, untuk tingkat SMP, SMA dan SMK (teknologi dan non teknologi)
•          Penyusun instrumen :  -  unit PLH-PPPGT Bandung
                                                            -  LPMP Cimahi
                divalidasi :   BPLHD, Dinas Pendidikan, PPPGT Bandung, LPMP Cimahi, UPI dan Dinas LH
Kriteria Penilaian SBL
Penataan Lingkungan Sekolah :
•          Perbandingan building coverage (lahan tertutup bangunan) dgn ruang terbuka hijau : 40 % bangunan, 60 % ruang terbuka hijau
•          Pengaturan daerah bising (pencegahan kebisingan bagi ruang2 anti bising)
•          Pengaturan pencahayaan ruang (kelas, bengkel, kantor, perpustakaan, km & wc, kantin, kopsek)
•          Pengaturan sirkulasi udara (adanya cross ventilation, perbandingan luas lantai dgn letak daerah bukaan)
•          Tata letak alat bahan di bengkel (sesuai urutan pekerjaan)
•           
PENGHIJAUAN
•          Penempatan tanaman sesuai fungsinya (peneduh, pengarah jalan, penyaring polusi, peredam suara, penetralisir zat pencemar CO2/CO dll, filter sinar ultra violet, resapan air)
•          Tanaman toga (tanaman obat keluarga)
•          Tanaman keras
•          Sumur resapan air hujan
•          Kreatifitas pengaturan taman
•          Pengaturan perawatan
•          Tanaman hidup di ruang2 (kantor, kelas, bengkel, halaman, km & wc, kantin) & sekitarnya
•          Tanaman hidup di bengkel terutama bengkel Otomotif yg banyak mengeluarkan gas CO2/CO dan atau lab. kimia
•          Setiap orang memerlukan 0.5 kg O2  perhari
•          Satu pohon menghasilkan 1.2 kg O2 perhari
BERARTI : Menebang 1 pohon    =   Mencekik 2 orang
KEBERSIHAN
•          Kebersihan semua ruang kantor
•          Kebersihan semua ruang kelas
•          Kebersihan semua ruang bengkel /lab. (luar & dalam)
•          Kebersihan semua ruang km & wc (siswa & guru)
•          Kebersihan gudang alat
•          Kebersihan ruang guru
•          Kebersihan semua saluran pembuangan
•          Kebersihan ruang dapur
•          Kebersihan halaman sekolah
•          Kebersihan kantin
•          Ketersediaan air bersih (kuantitas & kualitas air bersih)
•          Kebersihan ruang osis & koperasi siswa
•          Kebersihan ruang praktek
•          Kebersihan ruang cuci alat praktek
KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA
•          Adanya penghisap debu
•          Adanya rambu2 kesehatan & keselamatan kerja
•          Adanya slogan2 lingkungan utk media pembelajaran siswa
•          Adanya alat2 keselamatan kerja (berfungsi & difungsikan dgn baik)
•          Pengaman bagi siswa terhadap radiasi komputer
•          Tersedianya air tempat cuci tangan
•          Pencahayaan yg baik bagi siswa di ruang kelas
•          Sirkulasi udara yg baik di kelas
•          Rotasi tempat duduk siswa di kelas
•          Adanya pemadam kebakaran di setiap bengkel & laboratorium
GREENING THE CURRICULUM
Ø   Pengintegrasian materi lingkungan ke dalam materi  kejuruan
Ø   Guru hrs kreatif dlm mengintegrasikan materi lingkungan yg sesuai dgn topik yg diajarkan
Ø   Guru harus aktif dlm mencari materi lingkungan yg berkaitan dgn topik yg diajarkan (melalui internet, radio,  majalah, buku2, menghubungi PPPG/PT terdekat atau  instansi yg berkaitan –  BPLHD, Bapedalda, dsb)
Ø   kreatif dan tanggap dlm melihat issue2 aktual dan kemajuan teknologi (tidak terpaku pada kurikulum)
Ø   Guru harus aktif memperingatkan siswa dlm melesta rikan lingkungan sebagai penunjang pembelajaran
Ø  Guru harus peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, baik di sekolah maupun rumahnya
Ø  Selalu mengkaitkan permasalahan lingkungan pada setiap kegiatan pembelajaran (kurikuler & ekstra kurikuler)
PENGELOLAAN & PENGOLAHAN SAMPAH/LIMBAH
Ø  Ada pemilahan sampah sesuai jenis sampah (organik & anorganik) dari setiap ruang (kantor, bengkel, laboratorium, ruang praktek
Ø  Ada jadwal program kebersihan rutin
Ø  Ada upaya mengolah sampah organik menjadi kompos/pupuk alami
Ø  Pemanfaatan bahan bekas (Pembuatan kerajinan, media pembelajaran siswa)
Ø  Ada lahan khusus utk pengolahan sampah/limbah
•          Ada pengolahan limbah cair (IPAL) bagi bengkel, lab, salon, ruang praktek yg mengunakan bahan2 kimia
•          Adanya pemilahan/penampungan bahan2 kimia berbahaya dan diberi label/tanda bahaya
•          Ada upaya perlindungan terhadap bahaya radiasi komputer dan alat2 lainnya
KEMITRAAN
Ø  Adanya kegiatan yg melibatkan masyarakat lingkungan sekitar sekolah (radius 200 mtr) : kantor, bengkel, toko, pasar, RT/RW, dsb
Ø  Kegiatan2 siswa yg berkaitan dgn lingkungan dan melibatkan masyarakat lingkungan sekitar

Kamis, 23 Juni 2011

Program SBL SMK Negeri 3 Kuningan


IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI SMKN3 KUNINGAN
SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN (SBL)
 (ECO SCHOOL)
DEFINISI SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN (SBL)
Sekolah  Berbudaya Lingkungan adalah pengelolaan pendidikan formal pd jenjang pendidikan dasar & menengah, yg dilandasi oleh kesadaran & pemahaman atas kondisi lingkungan sekolah & lingkungan sekitar saat ini sbg satu unit lingkungan terkecil, dalam rangka mengembangkan cipta, rasa, karsa, & karya untuk memelihara, memperbaiki & meningkatkan kualitas lingkungan hidup saat ini dan yg akan datang.

VISI
SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN (SBL)
SMKN 3 KUNINGAN
“ Terbentuknya generasi yang peduli lingkungan dan mampu mengimplementasikan kepeduliannya dalam kehidupan sehari-hari ”
MISI
SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN (SBL)
 SMKN 3 KUNINGAN
1. Mengembangkan sumber daya manusia yg memahami & sadar thd kondisi lingkungan saat ini, terutama lingkungan SMKN 3 Kuningan & lingkungan sekitarnya.
2.  Mengembangkan sumber daya manusia yg mampu merumuskan upaya utk memelihara, memperbaiki, & meningkatkan kualitas lingkungan, terutama lingkungan SMKN 3 Kuningan & lingkungan sekitarnya.
3.  Mengembangkan sumber daya manusia yg peduli lingkungan terutama lingkungan SMKN 3 Kuningan & lingkungan sekitarnya, serta mau & mampu mewujudkan kepeduliannya dlm kehidupan sehari-hari.

STRATEGI IMPLEMENTASI
SBL DI SMKN 3 KUNINGAN
1.  Penyusunan konsep SBL melibatkan peran aktif berbagai pihak terkait, sehingga konsep SBL adalah konsep bersama.
2.  Sosialisasi pengembangan SBL dilakukan kepada seluruh warga sekolah.
3.  Komitmen yang kuat dari pihak sekolah untuk melaksanakan SBL secara serius, sistematis dan berkesinambungan. Komitmen diwujudkan dalam bentuk : peraturan sekolah, instruksi atau himbauan 

TUJUAN UMUM
SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN (SBL)
DI SMKN 3 KUNINGAN
menyediakan wahana yg mampu mendukung & berperan nyata dlm upaya menumbuh kembangkan sumber daya manusia yg berbudaya lingkungan…

RUANG LINGKUP SBL
DI SMKN 3 KUNINGAN
1.  Manajerial SBL, mencakup : struktur kelembagaan, peraturan, program kerja, sumber daya manusia, sarana & prasarana, unit-unit kegiatan siswa, anggaran, kerjasama atau kemitraan, dan monitoring – evaluasi.
2.  SBL dalam aspek pendidikan, mencakup : penjelasan mengenai integrasi pembelajaran lingkungan dlm kurikulum.
3.  SBL dlm aspek pemberdayaan, mencakup : peningkatan sumber daya manusia (SDM), implementasi pemberdayaan dlm pengelolaan lingkungan fisik sekolah & sekitarnya serta apresiasi thd lingkungan sekolah & sekitarnya.
4.  SBL & aspek fisik lingkungan sekolah & lingkungan sekitar, mencakup : lokasi & gedung sekolah, ruang kelas, halaman sekolah, kamar mandi, air bersih, pengelolaan sampah dan limbah cair, RTH, penghijauan/tata taman, efisiensi & penghematan energi / sumberdaya / bahan baku
 
BIDANG GARAPAN SBL
1. Program penataan lingkungan sekolah
2. Penghijauan
3. Kebersihan sekolah & lingkungan
4. Kesehatan lingkungan sekolah
5. Keselamatan kerja
6. Greening the curriculum : pengintegrasian  materi LH ke dalam materi kejuruan
7. Pengelolaan & Pengolahan sampah/limbah
8. Pemberdayaan/pemanfaatan (daur ulang limbah)
9. Kemitraan antar sekolah dan lingkungan sekitarnya

Rabu, 08 Juni 2011

MANFAAT MENJADI SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN

Ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan menerapkan Sistem Sekolah Berbudaya Lingkungan diantaranya adalah:
  1. Segi Sosial
  1. Kita akan merasakan keindahan alam yang masih asri  dan belum terpolusi.
  2. Menumbuhkan rasa cinta pada Sang Maha Pencipta yang telah menciptakan alam yang begitu indah ini.
  3. Tidak akan ada niat untuk melakukan pengrusakan di alam ini walau sedikit.
  4. Senantiasa menjaga keserasian alam dengan lingkungan baik dari segi ekologi maupun segi kehidupan.
  5. Menumbuhkembahkan rasa menjaga, memelihara, dan melestarikan alam.
  6. Lingkungan akan terasa seperti lingkungan sekolah RSBI ( Rapi, Sehat, Bersih, Indah ).
  7. Lebih fresh dalam melakukan KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ).
  8. Menumbuhkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
  1. Segi Ekonomi
  1. Menambah pemasukan devisa sekolah melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik.
  2. Mampu memanfaatkan limbah – limbah B3 ( Bahan Beracun Berbahaya ) menjadi pemasukan tambahan bagi sekolah.
  3. Membuat kreativitas siswa dari bahan – bahan yang tidak terpakai. Missal : membuat rumah – rumahan dari stik eskrim.
  1. Segi Budaya
  1. Mampu Melaksanakan Budaya Malu diantaranya: MALU datang kesiangan, MALU membuang sampah sembarangan, MALU atribut tidak lengkap, dsb.  Demi tercapainya  kemajuan sekolah.
  2. Bisa menjaga kebudayaan sekolah melalui lingkungan sekolah yang agamis, dinamis, dan sosialis.
Selain manfaat diatas kita juga bisa melaksanakan pembelajaran di kampus dengan penuh ketenangan, kenyamanan, dan keseriusan dalam mengadop ilmu dari guru yang telah diberikan pada kita sebagai peserta didik.

Selasa, 07 Juni 2011

PERANAN SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN

SMK Negeri 3 Kuningan adalah sekolah yang menerapkan Sistem Sekolah Berbudaya Lingkungan, oleh karena itu peranan SMKN 3 dalam menerapkan sekolah yang berbasis lingkunganpun sangat ditekankan oleh pihak sekolah khususnya bagian SBL. Sebagai sekolah RSBI SMKN 3 menerapkan sistem Work Habit yang berada di Perusahaan yang kemudian diadop menjadi School Habit yang pada saat ini telah mulai beroperasi khususnya di lingkungan kampus. School  Habit adalah kebiasaan yang dilakukan di perusahaan dalam bekerja apakah itu oleh karyawannya maupun semua komponen yang terlibat dalam perusahaan tersebut. Dalam rangka menjalankan School Habit SMKN 3 mulai merencanakan beberapa pembangunan yang berhubungan dengan keindahan alam, keutuhan sarana dan prasarana serta kenyamanan bagi semua warga ketika berada di kampus SMKN 3 Kuningan. Adapun pada saat ini SMKN 3 sudah mulai menerapkan School Habit diantaranya dengan menerapkan pemisahan antara pejalan kaki dengan yang membawa kendaraan bermotor yakni dengan adanya jalur hijau bagi pejalan kaki.
Beberapa peranan SMK Negeri 3 Kuningan sebagai Sekolah RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ) yang menerapkan Sistem Sekolah Berbudaya Lingkungan ( SBL ) di kampus adalah sebagai berikut:
1.       Menjadikan SMK Negeri 3 Kuningan sebagai Sekolah Menengah Kejuruan yang Berbasis Industri, Berbudaya Lingkungan, Berakhlak Mulia, dan Bertaraf Internasional.
2.       Menerapkan School Habit sebagai sekolah yang cinta akan lingkungan dan alam sekitar.
3.       Menanamkan pada diri peserta didik untuk tidak melakukan hal yang mengancam lingkungan seperti dengan membuang sampah sembarangan, meludah sembarangan, serta membuang sampah sesuai jenisnya.
4.       Mendukung program pemerintah untuk melakukan reboisasi dan melakukan rehabilitasi tentang lingkungan.
5.       Menjaga keutuhan SMKN 3 dalam melakukan penjagaan terhadap lingkungan kampus dan sekitarnya yang masih asri dan belum tercampur oleh polusi kota.
6.       Memanfaatkan letak kampus yang strategis karena dekat dengan pegunungan sehingga diperlukan penataan lingkungan kampus agar terasa kenyamanannya.
RSBI ( Rapi, Sehat, Indah, Bersih )!!! Itulah kampus SMK Negeri 3 Kuningan yang sudah mulai melakukan pembaharuan – pembaharuan dalam aspek alam dan lingkungan baik dari perbaikan tempat parkir guru, parkir siswa, ataupun taman depan kampus yang sudah ditata sedemikian rupa agar terasa kenyamanan pas saat masuk gerbang kampus. Kekhasan kampus ini adalah pada saat masuk kita disuguhkan dengan panorama taman yang cukup menyejukan taman, barulah setelah beberapa meter berjalan kita mulai memasuki lingkungan tempat KBM ( Kegiatan Belajar mengajar ) dilaksanakan.

Sabtu, 04 Juni 2011

Keindahan Alam SMK Negeri 3 Kuningan

SMK Negeri 3 Kuningan adalah satu - satunya Sekolah Menengah Kejuruan yang berstatus RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ) yang berdomisili di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan didukung oleh suasana alam yang kondusif karena menerapkan sistem Sekolah Berbudaya Lingkungan. Pada saat anda memasuki kampus SMK Negeri 3 Kuningan akan anda dapati tumbuh - tumbuhan yang menghijau di sekeliling taman depan kampus,, setelah anda berjalan - jalan di depan kampus
SMK N 3 Kuningan,, barulah anda akan memasuki kawasan bebas asap rokok yang mendukung terjadinya perpaduan alam tumbuh - tumbuhan serta udara yang cukup nyaman dan tidak menyesakkan dada karena tidak adanya asap rokok yang berkeliaran di wilayah kampus..

 
  Inilah Gerbang Kampus SMK Negeri 3 Kuningan (STM Gunungkeling)..

Keindahan alam SMKN 3 tidak hanya dilihat dari kondisi fisik bangunan itu sendiri melainkan dari penyusunan pot - pot bunga yang tersusun rapi di sepanjang koridor sekolah, pohon - pohon yang besar ataupun kecil yang tersusun seri memanjang dari barat ke timur ataupun dari utara ke selatan. 
 Lapangan Dalam STM Gunungkeling yang khas dengan pot - potnya ...

Pot di daerah koridor guru,,......

 Pesona keindahan alam SMK Negeri 3 Kuningan yang masih khas dengan tumbuhan yang besarpun ikut berpartisipasi untuk mewujudkan SMKN 3 Kuningan menuju ISO 14001:2004 tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Dalam rangka mewujudkan Sistem Manajemen Lingkungan tersebut maka taman - tamanpun mulai diperbaharui kembali untuk mendukung adanya kenyamanan saat masug gerbang kampus sampai masuk ruangan sehingga akan timbul dalam benak para peserta didik untuk mencintai lingkungan dalam rangka mengurangi emisi karbondioksida yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global sehingga apabila semua itu tidak segera ditanggulangi maka keindahan alam khususnya kampus SMKN 3 umumnya lingkungan kabupaten Kuningan akan tercemar... Dalam rangka mewujudkan SMKN 3 yang indah alamnya, kondusif suasananya, serta strategis tempatnya maka banyak pihak berpartisipasi disini tidak hanya para guru melainkan para peserta didikpun ikut melestarikan keindahan alam ini dengan adanya kegiatan K3 (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan) setiap bulan bagi seluruh ekstra kurikuler dan setiap pekan bagi kelas - kelas yang sudah terjadwal dan dibimbing oleh guru PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup). Keindahan alam SMKN 3 masih alami belum tercampur dengan keadaan alam di perkotaan sehingga kesejukanpun akan didapatkan manakala anda berada di lingkungan kampus SMKN 3 atau lebih akrab disebut dengan STM Gunung Keling, selain dari dekatnya kampus dengan gunung ciremai pihak sekolahpun mengupayakan kenyamana, keindahan alam dengan menata berbagai fasilitas yang berhubungan dengan keindahan alam misalnya : tidak boleh buang sampah sembarangan, tidak boleh meludah sembarangan, bahkan untuk mewujudkan keindahan tersebut juga semua warga SMKN 3 diharuskan berjalan di jalur hijau yang menandakan bahwa sekolah ini menerapkan Sistem Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup...